HUBUNGI KAMI

PUSAT INFO BUDIDAYA TANAMAN
PLASTIK PERTANIAN & PERKEBUNAN
Polybag, Paranet (Shade Net), Mulsa Plastik, Plastik UV Greenhouse, Insect Net, Insect Screen, Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Roll, Terpal Plastik, Geomembran, Selang Plastik, Tali Salaran, Plastik Sungkup, Polynet (Safety Net), Kantong Sampah, Geomembran, Plastik LDPE, dll.

HUBUNGI KAMI
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone/Fax: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Budidaya Tanaman Padi Lebak

Lahan rawa memiliki peran penting dalam upaya mempertahankan swasembada beras dan mencapai swasembada pangan lainnya mengingat semakin berkurangnya lahan subur untuk area pertanian. Kata lebak diambil dari bahasa jawa yang berarti lembah atau tanah rendah. Rawa lebak secara khusus diartikan sebagai kawasan rawa dengan bentuk wilayah berupa cekungan dan merupakan wilayah yang dibatasi oleh satu atau dua tanggul sungai atau antara dataran tinggi dengan tanggul sungai.

Syarat Tumbuh

Pertumbuhan tanaman padi di tanah lebak dapat berlangsung baik, asalkan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
-Di musim kemarau, air tanah lebak (rawa) mengalir perlahan-lahan dan tidak dapat kering
-Dipenghujung musim panas, pada waktu lebak kering selama 1-2 bulan, padi diusahakan mendekati dewasa, karena pada waktu itu sangat baik untuk proses kematangan buah padi
-Panen, panen harus selasai pada saat air menggenangi tanah lebak di awal musim hujan

Persiapan Tanam

Dalam persemaian padi lebak, hal-hal yang perlu dilaksanakan yaitu lahan (media pertanaman) harus diperhatikan saat yang bagus yakni dengan cara melakukan rotasi tanah pada awal musim panas (kira-kira bulan maret/april). Karena tanah lebak bertekstur lumpur, maka pengolahan tanahnya berbeda dengan pengolahan tanah padi sawah. Pada tanah lebak pengolahan tanah tersebut cukup dengan cara membersihkan tumbuhan liar saja.

Persemaian

Dalam persemaian padi lebak bisa dilakukan dengan 2 cara persemaian yaitu:

A. Persemaian terapung

Persemaian yang dilakukan diatas permukaan air dengan pertolongan rakit, sebab pada waktu tinggi air pada tanah lebak masih diatas 40 cm. persemaian tersebut dapat dilanjutkan dengan persemaian lanjutan pada tanah lebak yang dangkal airnya. Persemaian denga cara ini dapat dilakukan dua atau tiga kali

Cara pelaksanaan

1). Awalnya di bikin persemaian berukuran 3x1 meter dengan memakai bibit sebanyak 1 kg, yang dilakukan diatas rakit khusus untuk persemaian
2). Benih yang sebelumnya sudah dikecambahkan di tangkarkan di persemaian dengan jarak 8x10 cm, masing-masing 2-3 sendok makan, kemudian ditutup daun pisang selama satu minggu
3). Selama bibit berumur satu minggu, maka daun penutup tadi harus dibuang dan semai dibiarkan tumbuh tanpa pelindung
4). Benih segara dibudidayakan, jika tinggi air ditanah lebak telah menurun menjadi 30-40 cm dan benih sudah berusia 3 minggu
5). Jika tinggi air di tanah lebak masih diatas 40 cm, maka benih masih dapat dipertahankan. Akan tetapi bibit tadi harus di pindahkan pada tanah yang dangkal airnya (20-30 cm)
6). Luas persemaian ke-2 adalah 5 atau 6 kali luas persemaian sebelumnya dengan tujuan buat penjarangan
7). Cara penyemaian kedua dapat dilakukan sebagai berikut: mula-mula ujung bibit dipotong, sehingga tinggi bibit menjadi 20-30 cm dan tiap rumpun ditanam 2-3 bibit kedalam penanaman (semai) 5 cm jarak tanam 15x15 cm
8). Persemaian ketiga dapat dilakukan bila bibit telah berumur 20-30 hari. Di persemain kedua tidak dapat ditanam di tanah lebak, akibat tinggi air ditanah lebak belum mencapai 30-40 cm. Caranya adalah menyiapkan tanah yang airnya dangkal seluas 5 atau 6 kali persemaian yang kedua, yakni menunggu turunnya air di tanah lebak hingga mencapai 30-40 cm

BACA JUGA

Metode Budidaya Sawi Putih Hingga Tumbuh Subur

Hati-Hati Terhadap Hama Ini, Bisa Mematikan Tanaman Anggrek Anda!

Ternyata, Seperti Ini Cara Yang Benar Budidaya Tomat Dengan Panen Melimpah!

Trik Mencangkok Buah yang Lebih Gampang


B. Persemaian darat

Persemaian darat yaitu persemaian yang dilakukan diatas pematang (tepi sungai pekarangan atau pun di tanah rendah)
•Waktu penyemaian dilakukan pada bulan pebruari
•Keperluan benih untuk persemaian di darat adalah sebanyak 30-40 kg/ha. Dalam persemaian darat benih yang diperlukan lebih banyak dari persemaian terapung yang hanya dibutuhkan 25-30 kg/ha, sebab pada persemaian terapung kemungkinan rusaknya bibit pada waktu pencabutan sangat kecil dibandingkan dengan persemaian darat.

Cara persemaian

a. Menyediakan tanah pekarangan, pematang pinggiran sungai atau pada bagian tanah yang rendah, buat dibersihkan dari rerumputan
b. Sebelum bibit disemai, harus dimasukkan terlebih dahulu selama 2 malam, hal ini di maksudkan buat perkecambahan.
c. Bikin lubang sedalam 2-3 cm dengan jarak 8-10 cm, pembuatan lubang ini bisa dilakukan dengan tugal
d. Setiap lubang dimasuki benih sebanyak 2-3 sendok makan
e. Buat menghindari kerusakan akibat gangguan hama, hujan deras ataupun kekeringan, maka sesudah bibit dimasukkan kedalam lubang, kemudian lubang di tutup kembali dengan menggunakan tanah atau pun daun-daun kering.
f. Buat persemaian langkah selanjutnya (persemaian ke-2 dan persemaian ke-3) kayak yang dilakukan pada persemaian terapung.

C. Bertanam padi lebak

Penanaman terlebih dahulu dilakukan pada kondisi lahan yang genangan airnya sudah mulai berkurang, saat pemindahan benih diusahakan benih dalam keadaan masih bagus buat mengurangi terjadi stress pada tumbuhan. Bibit padi yang siap tanam bila bibit telah mencapai ketinggian 20-25 cm. Dengan ketinggian 20-25 cm dimaksudkan penanaman dilakukan pada waktu awal musim kemarau, atau telah berumur 20-30 hari di persemaian, jarak tanam yang digunakan dalam budidaya tanaman padi di lahan lebak 20x25 cm.

Agar tanaman bisa tumbuh seperti yang di inginkan, maka dalam penanaman perlu di perhatikan hal-hal seperti berikut:

1). Umur bibit

Pada waktu usia benih telah mencapai 50-90 hari dan tinggi air ditanah lebak antara 30-40 cm dengan ketinggian ini dimaksudkan pembudidayaan dilakukan pada musim hujan, maka benih bisa segera di tanam, yaitu kira-kira bulan juni.

2). Cara memindahkan dan menanam bibit

Pada waktu melakukan pengambilan benih diusahakan supaya akar tidak banyak yang patah, selanjutnya ujung daun bibit dipotong agar tidak banyak terjadi penguapan. Dengan demikian panjang bibit menjadi sekitar 60 cm

3). Cara menanam

Pembudidayaan dilakukan dengan melubangi tempat-tempat yang akan di tanami dengan alat tugal, jarak tumbuhannya diatur 30x40 cm, dan setiap lubang ditanam 2-3 bibit. Penanaman padi lebak sangat dipengaruhi oleh musim sehingga penanamannya berbeda dari penanaman padi sawah karena berhubungan dengan pengairannya.

4). Pemeliharaan

Pemeliharaan padi di lahan sawah lebak meliputi:
-Pembersihan dari gulma/tanaman liar (penyiangan I dan II)
-Pemeliharaan dari gangguan hama kayak tikus, pengerek batang padi dan belalang
-Pembersihan disekeliling pematang dilakukan untuk mencegah serangan dari hama tikus dan dimaksudkan tikus tidak bersarang di pematang
-Pemupukan tidak dilakukan pada padi lebak karena sulit untuk menentukan dosis yang dibutuhkan, dan kebutuhan untuk P sudah tersedia di alam.

Dalam pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah penyiangan, pengendalian hama dan penyakit. Penyiangan dapat dilakukan hingga 3 kali, yang disinangi adalah rumput-rumputan serta tumbuhan air lainnya. Penyiangan dilakukan setiap sebulan sekali. Penyiangan pertama dimulai pada saat tanaman berumur 30 hati setelah tanam. Pengendalian penyakit & hama di tanah lebak sama dengan cara-cara yang dilakukan buat menanggulangi hama dan penyakit pada system padi sawah karena hama dan peyakit pada umumnya sama.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Budidaya Tanaman Padi Lebak"

Posting Komentar